Penulis l Zhang Lei, Qiu Guolu, dan lainnya
Artikel ini merupakan rangkuman dari pengantar buku Hal-Hal yang Tidak Sederhana dalam Investasi, serta sumber-sumber lain seperti Gao Yi Asset Management, dll.
“Yang paling mahal dalam investasi bukanlah uang, melainkan waktu!”
Saya telah mengenal Qiu Guolu, Deng Xiaofeng, Zhuo Liwei, Sun Qingrui, Feng Liu, dan Wang Shihong—keenam investor ini—sejak lama. Masing-masing memiliki daya tarik pribadi dan kecerdasan intelektual yang saya kagumi. Selain itu, mereka memiliki satu kesamaan: komitmen tulus terhadap pencarian kebenaran, kerendahan hati dalam merefleksikan diri, serta keyakinan mendalam terhadap semangat kewirausahaan. Saya kira, justru hal-hal inilah yang menyatukan mereka dalam “Klub Investasi” yang mereka dirikan sendiri, di mana mereka saling berdiskusi secara mendalam di malam hari—seperti dikatakan dalam sebuah puisi klasik: “Daun-daun gugur, air sungai surut, ribuan tebing tampak kering kerontang; namun dalam ketenangan ini, saya justru menemukan diri sejati saya. Duduk berhadapan dengan kitab-kitab kuno, cahaya lampu bergerak di dinding; menyanyi keras di tengah malam, salju menekan atap rumah.”
Bagi dunia investasi, hal-hal sederhana dan tidak sederhana mungkin tampak serupa: bagaimana menjaga ketenangan batin di tengah pertanyaan-pertanyaan tak henti dari pasar dan refleksi diri, tanpa ikut arus—yang paling dibutuhkan adalah kemampuan riset unggul yang berakar kuat di industri, perusahaan, dan pasar, serta komitmen awal investasi yang kuat terhadap disiplin diri.
“Temukan perusahaan terbaik, dan jadilah sahabat waktu”—ini merupakan salah satu penjelasan terbaik tentang investasi bernilai (value investment). Inti dari imbal hasil investasi adalah menjadi pemilik perusahaan dan memperoleh akumulasi nilai yang diciptakan oleh tim manajemen melalui inovasi dan pertumbuhan perusahaan. Banyak orang sering mengeluh bahwa yang paling mahal dalam investasi bukanlah uang, melainkan waktu. Bersedia menginvestasikan lebih banyak waktu untuk melakukan riset, memegang investasi, serta menemani pertumbuhan perusahaan—artinya “menghabiskan waktu yang cukup lama untuk menjadi sahabat perusahaan terbaik”. Komitmen jangka panjang dan kepercayaan semacam ini bersumber dari penilaian rasional yang matang dan pemahaman risiko yang mendalam, serta keberanian dan kejujuran yang tulus dari dalam diri.
“Lebih banyak riset bertujuan menghasilkan keputusan yang lebih sedikit, hanya dengan fokus secara konsisten pada analisis variabel-variabel penting dan terbatas, barulah kita dapat meningkatkan kepastian dan probabilitas keberhasilan investasi—melalui cara yang paling sederhana dan paling mendasar.” Pendekatan ini—“peningkatan dimensi logika” dan “penyederhanaan dimensi keputusan”—tidak diragukan lagi merupakan deskripsi terbaik terhadap kebenaran. Seorang investor tidak mungkin mengalami secara langsung semua aspek pertumbuhan perusahaan, apalagi memprediksi faktor-faktor tak terduga di pasar. Keterbatasan persepsi individu dan kekacauan perubahan pasar secara alami menciptakan kontradiksi. Justru karena itulah, dalam perjalanan panjang pencarian ilmu, kita harus memeluk kerendahan hati, secara konsisten memantau variabel-variabel kunci terbatas yang “dapat diprediksi, dapat dibayangkan, dan dapat diantisipasi”, lalu kembali ke esensi riset—mengajukan hipotesis secara berani, tetapi membuktikannya secara hati-hati—guna menemukan “benteng pertahanan” (moat) inovasi dan pertumbuhan perusahaan, sehingga mampu mengambil keputusan terbaik.
“Tiongkok memiliki keunggulan skala yang tak tertandingi, dan sebagian besar industrinya telah melewati kurva pembelajaran yang curam secara tak pernah terjadi sebelumnya—ini merupakan keberuntungan bagi negara besar.” Memang benar, negara besar memang beruntung: dalam percepatan pembangunan yang didorong oleh bonus demografi, insentif kebijakan, dan dorongan industri secara bersamaan, perusahaan dapat terus berinovasi, dengan biaya eksperimen yang rendah dan keunggulan skala yang sangat besar—semua ini menciptakan lingkungan ideal bagi para wirausahawan Tiongkok untuk mengekspresikan bakat mereka.
Kita dapat melihat bahwa Tiongkok kini memiliki semakin banyak pengusaha, penemu, ilmuwan, dan wirausahawan yang patut dikagumi, yang terus mengejar keunggulan dalam inovasi ilmiah, inovasi industri, dan inovasi produk. Justru inilah yang menjadi dasar utama mengapa kita memilih berpegang teguh pada prinsip investasi bernilai.
Bagi pasar modal Tiongkok saat ini, investasi bernilai bukan lagi istilah baru. Semakin banyak pelaku dan praktisi yang meyakininya, menggunakan cara berpikir mereka sendiri untuk terus menjelajahi dunia tak dikenal yang baru. Investasi bernilai menciptakan ikatan emosional berupa kepercayaan dan rasa hormat antara investor dan pengusaha—dan justru ikatan inilah yang memberi keberanian kepada para pengusaha untuk mencoba gagasan-gagasan hebat, dengan fokus pada 10–20 tahun ke depan, serta memandang perubahan masa depan dalam kehidupan dan produksi dari sudut pandang jangka sangat panjang. Investasi jangka sangat panjang yang lahir dari filosofi investasi bernilai ini memberikan dorongan paling kokoh bagi perusahaan.
Dalam arti tertentu, berbagi risiko inovasi bersama pengusaha luar biasa merupakan akar utama dari keuntungan ekstra (excess return) yang dihasilkan oleh investasi bernilai.
27 Prinsip Zhang Lei: Investasi Berarti Menginvestasikan Manusia
Investasi dan pendidikan adalah dua hal yang selalu disebut-sebut Zhang Lei. Kalimat favoritnya adalah “investasi berarti menginvestasikan manusia”, yaitu mencari para pengusaha yang andal, berwawasan luas, berjiwa besar, dan memiliki kemampuan eksekusi yang tangguh. Di satu sisi ia berinvestasi, di sisi lain ia aktif dalam kegiatan amal—Gao Ling berhasil menjalankan kedua bidang ini dengan sangat baik dan sukses besar, sehingga menarik perhatian luas. Sebagai pimpinan perusahaan dengan aset manajemen senilai USD 30 miliar, Zhang Lei sendiri tetap rendah hati dan menjaga jarak yang tepat dari media; bahkan ketika sesekali tampil di bawah sorotan publik, separuh waktunya justru digunakan untuk membahas strategi pembinaan manusia. Gao Ling menganut prinsip investasi bernilai jangka panjang, dan dalam hal pengembangan talenta pun selalu menekankan visi strategis, perkembangan jangka panjang, serta kemenangan bersama.
1. Dari sudut pandang investor, banyak investasi ventura memerlukan proses keluar (exit), tetapi investasi pada manusia—tidak pernah memerlukan exit. Melalui praktik selama bertahun-tahun, saya menyadari sepenuhnya bahwa pendidikan merupakan investasi paling penting dan paling bijaksana dalam kehidupan. Saya berharap dapat mendorong pendidikan inklusif melalui pendekatan inovatif, sehingga mampu memikul tanggung jawab sosial dan menciptakan nilai dalam proses transformasi masyarakat.
2. Filsafat investasi Hillhouse berlaku secara luas dalam pendidikan dan pilihan hidup. Pertama adalah “menjaga kebenaran dan menerapkan keunikan” (Shou Zheng Yong Qi), artinya mengembangkan inovasi di atas dasar komitmen terhadap “jalan benar”; kedua adalah “di antara tiga ribu sungai air, cukup ambil satu cangkir”, yang berarti seseorang harus fokus pada bagian terkuatnya dalam batas keterampilan alami yang dimilikinya; ketiga adalah “persik dan plum tidak berbicara, namun jalan setapak terbentuk di bawahnya” (Tao Li Bu Yan, Xia Zi Cheng Xi), yang berarti selama seseorang melakukan tugasnya dengan baik, kesuksesan akan datang dengan sendirinya.
3. Dalam bidang investasi, saya menyukai para pengusaha yang “berambisi membangun hal besar”; dalam bidang pendidikan, saya senang berkolaborasi dengan para pengusaha berpandangan luas untuk menemukan dan membina talenta. Kesenangan terbesar saya adalah membantu orang-orang luar biasa mewujudkan impian yang lebih besar.
4. “Investasi bernilai” dapat dibagi menjadi dua tahap: tahap pertama adalah penemuan nilai, dan tahap kedua adalah penciptaan nilai. Demikian pula halnya dengan pendidikan—menemukan bakat dan nilai diri sendiri, kemudian membangun serta memanfaatkan keunikan pribadi guna menciptakan nilai baru; dalam proses “investasi bernilai”, kesuksesan pribadi pun terwujud.
5. Platform pendidikan berkualitas tinggi mampu membentuk sikap dan wawasan seseorang; dialog langsung dengan para pemimpin bisnis unggulan juga dapat meningkatkan tingkat pemahaman dan cakrawala berpikir seseorang. Yang perlu kita pertimbangkan adalah: bagaimana menghabiskan cukup waktu bersama orang-orang berkualitas tinggi untuk melakukan hal-hal berkualitas tinggi. Menghasilkan uang hanyalah bagian alami dari hasil akhir.
6. Makna kekayaan jauh melampaui materi dan uang tunai—ia mewakili tanggung jawab moral yang berat. Karena kekayaan kita berasal dari masyarakat, maka kita harus menggunakan kekayaan tersebut secara bijak demi melayani dan memberi balik kepada masyarakat. Secara mikro, ini merupakan siklus positif antara pengetahuan dan kekayaan; secara makro, tujuannya adalah menyelaraskan nilai pribadi dengan tujuan akhir memajukan kemanusiaan. Memberi mawar kepada orang lain, aroma harumnya tetap melekat di tangan kita.
7. Saya memandang diri sendiri bukan hanya sebagai donatur kekayaan, melainkan juga sebagai pelaku model pendidikan inovatif. Bagi para pengusaha, menyumbang dana relatif mudah. Yang jauh lebih penting adalah mengalokasikan energi dan waktu, serta secara realistis mengintegrasikan gagasan dan sumber daya pendidikan kelas dunia sesuai dengan kondisi aktual Tiongkok dan tren perkembangannya.
8. Pemikiran bebas lintas industri, lintas bidang, dan lintas disiplin ilmu sangatlah penting. Era industri baru pada dasarnya masih bergantung pada dorongan teknologi dan sains, serta memerlukan inovasi ilmiah sejati—terutama dalam ilmu dasar dan ilmu eksakta. Oleh karena itu, dalam lingkungan semacam ini, talenta juga membutuhkan cadangan pengetahuan multidimensi; pengetahuan semata-mata dalam manajemen bisnis atau ekonomi keuangan tidak lagi cukup.
9. Sistem pendidikan Tiongkok memiliki banyak kelebihan, misalnya melalui latihan panjang dan penilaian bertingkat, siswa dilatih hingga memiliki ketahanan mental yang sangat tinggi—kualitas-kualitas ini sangat penting bagi pengembangan pribadi di masa depan, baik dalam berwirausaha maupun berinvestasi. Namun, dalam proses perubahan cepat lingkungan sosial-ekonomi, kita perlu menyiapkan talenta lintas bidang yang menguasai baik akal bisnis maupun keterampilan ilmiah. Ini adalah tuntutan pasar, sekaligus tuntutan masyarakat.
10. Kita tidak boleh hanya membangun satu jembatan—kita harus membangun banyak jembatan yang berbeda, bahkan kapal feri, guna membantu semua orang mencapai tujuan pendidikan, pemahaman diri, dan pengayaan diri melalui berbagai cara. Inilah esensi tuntutan keragaman pendidikan, di mana berbagai bentuk seperti pendidikan elit, pendidikan inklusif, dan pendidikan vokasional semua layak mendapatkan ruang untuk berkembang.
11. Saya selalu percaya bahwa pembangunan masa depan memerlukan imajinasi tanpa batas dan eksekusi yang kokoh—ketika dua kekuatan ini bersatu, lahirlah inovasi, dan inti dari inovasi adalah talenta.
12. Pendidikan juga merupakan ranah yang sangat mengandalkan perhatian emosional dan motivasi—semakin dominannya mesin di era kecerdasan buatan saat ini, semakin besar pula kebutuhan akan empati dan interaksi emosional manusia yang autentik, yaitu hal-hal yang benar-benar “berasa hangat”. Inovasi teknologi pada akhirnya akan mendorong inovasi pendidikan; kecerdasan buatan memang menimbulkan tantangan bagi pendidikan, namun tantangan-tantangan ini justru memberikan umat manusia peluang lebih besar untuk menciptakan ulang sejarah.
13. Integrasi mendalam antara keuangan dan teknologi membuka ruang inovasi yang lebih luas bagi pengembangan talenta. Terjun ke inovasi Fintech dan keuangan internet tidak hanya terbuka bagi mereka yang berlatar belakang teknis—talenta dari bidang seni, humaniora, dan ilmu-ilmu sosial pun memiliki kontribusi besar.
14. Pintu gerbang menuju masa depan adalah ilmu pengetahuan dan pendidikan. Kita membutuhkan ilmuwan yang memiliki akal bisnis dan jiwa humanis, sekaligus pengusaha yang menguasai ilmu pengetahuan dan menghormati sains—pengusaha yang mampu bekerja bersama para ilmuwan.
15. Humanisme dan elitisme harus dipadukan. Elit tidak boleh hanya puas pada diri sendiri atau “menyendiri di menara gading”, melainkan harus selaras dengan perkembangan masyarakat dan mewujudkan nilai diri melalui interaksi aktif dengan masyarakat.
16. Kita tidak hanya harus menguasai kemampuan berpikir kritis ilmiah, tetapi juga harus selalu memelihara api semangat kemanusiaan dalam hati. Hadapilah perubahan dengan keberanian dan tekad “jika bukan saya, lalu siapa lagi?”; teruslah menyelidiki titik nilai asal dunia dengan prinsip pertama (first principles); dan nyalakan mercusuar dalam hati Anda dengan semangat kemanusiaan—berpikirlah besar, berpikirlah jangka panjang!

17. Jangan tanyakan pada institusi pendidikan apa nilai yang diberikannya kepada Anda, melainkan tanyakan pada diri sendiri: seberapa besar nilai yang mampu Anda ciptakan? Penciptaan nilai ini sebenarnya merupakan proses dinamis berkelanjutan dalam membentuk diri sendiri.
18. Salah satu hal paling penting dalam hidup adalah menemukan sekelompok orang yang Anda sukai dan benar-benar dapat diandalkan, lalu bersama-sama mengerjakan hal-hal yang menarik.Hargai orang-orang di sekitar Anda, karena Anda tidak tahu kapan Anda akan mengucapkan selamat tinggal.Dalam perjalanan hidup, memilih siapa yang akan berjalan bersama Anda jauh lebih penting daripada menentukan tujuan akhir yang ingin dicapai.
19. Rasa ingin tahu intelektual (intellectual curiosity) yang terus-menerus sangat penting bagi kaum muda. Satu-satunya hal yang tak pernah berubah di dunia ini adalah perubahan itu sendiri; perubahan memicu inovasi, sehingga kita harus fokus pada perubahan. Hanya dengan terus menjaga rasa ingin tahu, serta secara aktif menyambut dan merangkul inovasi, kita dapat menciptakan nilai secara positif—membuat “kue” menjadi lebih besar dan menciptakan situasi kemenangan bersama yang terbuka.
20. Kejujuran sejati (intellectual honesty) berarti tidak pernah menipu orang lain, dan juga tidak pernah menipu diri sendiri. Meskipun kadang-kadang ada orang yang berhasil tanpa kejujuran, keberhasilan semacam itu pertama-tama tidak berumur panjang, dan kedua, pada akhirnya akan “menggali lubang sendiri”.
21. Sistem pendidikan kita selama ini terlalu menekankan kuliah di ruang kelas dibandingkan pengembangan kemampuan berpikir kritis, padahal kemandirian intelektual (intellectual independence) sangat penting. Kemampuan berpikir kritis yang mandiri merupakan fondasi utama yang menentukan sejauh mana Anda mampu bertahan dalam perjalanan hidup.
22. Empati (empathy) sangat penting. Setelah melewati lebih banyak pengalaman, perubahan terbesar dalam diri saya adalah kemampuan untuk lebih memahami kompleksitas dan keragaman dunia serta masyarakat, serta menjadi lebih toleran. Artinya, saya kini lebih mudah memahami sudut pandang orang lain, memaafkan mereka, menghargai mereka, dan mempertimbangkan permasalahan yang mereka hadapi.
23. Seseorang yang memiliki rasa ingin tahu, kemandirian berpikir, kejujuran, empati, serta sikap gigih dalam jangka panjang—maka yang tersisa hanyalah faktor keberuntungan dan hukum bilangan besar (law of large numbers). Lakukanlah berulang kali hal yang Anda sukai dengan penuh gairah, dan nikmatilah proses pengulangan tersebut—kesuksesan hanyalah soal waktu.
24. Kemampuan belajar yang kuat dan daya pengamatan yang tajam terhadap segala hal merupakan “benteng pertahanan” (moat) kemampuan seseorang. Pelajarilah cara memperkuat idealisme Anda, hargailah peluang unik yang mungkin belum dipahami orang lain dalam jangka pendek, dan bangunlah “benteng pertahanan” Anda secara optimal.
25. Kita harus lebih banyak mengembangkan semangat atletis. Manfaat olahraga tidak hanya terbatas pada aspek fisik, tetapi juga mencakup kerja sama tim, kompetisi, serta cara menghadapi kegagalan. Dalam olahraga kompetitif, kegagalan adalah hal yang pasti terjadi—tidak mungkin menang terus-menerus.
26. Membawa suatu hal ke tingkat kesempurnaan adalah apa yang kini disebut sebagai semangat kerajinan (craftsmanship). Seorang pengusaha muda atau wirausahawan muda mustahil langsung menciptakan dampak luar biasa yang “mengguncang langit dan membuat roh menangis”; yang lebih realistis adalah memanfaatkan setiap kesempatan untuk melatih diri. Saran pribadi saya: bahkan hal-hal kecil sekalipun harus dilakukan secara sempurna dan sebaik mungkin. Lingkungan makro tidak bisa kita ubah, tetapi kita bisa berupaya menciptakan lingkungan mikro yang kondusif; dan ketika cukup banyak lingkungan mikro berubah, maka lingkungan makro pun akan ikut berubah.
27. Saya berharap Anda semua memilih menjadi sahabat waktu. Menjadi sahabat waktu memerlukan disiplin diri yang sangat kuat serta rasa tanggung jawab yang tulus dari dalam hati. Di dunia di mana mayoritas orang tenggelam dalam “kepuasan instan” (instant gratification), mereka yang memahami prinsip “kepuasan tertunda” (delayed gratification) telah unggul jauh di depan. Saya menyebut ini sebagai “memilih menunda kenikmatan atas kesuksesan”. Ada sebuah pepatah Tiongkok: “Lihatlah jauh ke depan untuk menilai hal-hal secara bijak”—artinya kita harus memandang masa depan dan gambaran besar secara menyeluruh. Saya sering menyarankan para wirausahawan untuk belajar strategi Zhu Yuanzhang: “kumpulkan cadangan bahan makanan secara luas, bangun tembok tinggi, dan tunda proklamasi kekuasaan.” Strategi ini efektif dalam dunia wirausaha, dan juga relevan dalam kehidupan kita sehari-hari. Pegang teguh pilihan hati Anda, jangan sombong, jangan gelisah—cerita hebat selalu lahir dari kehidupan yang penuh tantangan; teruslah berkomitmen, dan waktu pada akhirnya akan menjadi sahabat Anda.
Kembali ke esensi investasi: Jadilah sahabat waktu
Mari kita tenangkan pikiran dan renungkan pertanyaan berikut: Apa sebenarnya esensi dari investasi? Banyak investor setiap awal tahun melakukan “ramalan”, mencoba memprediksi gaya pasar saham tahun ini serta sektor mana yang memiliki peluang lebih besar.
Menurut saya, investasi harus kembali ke esensi perusahaan itu sendiri.
Apa sebenarnya esensi dari investasi? Intinya hanyalah harapan bahwa uang yang kita keluarkan hari ini akan kembali dalam jumlah yang lebih besar di masa depan—misalnya, membeli sesuatu bernilai satu dolar dengan harga lima puluh sen, atau seperti pepatah Tiongkok: “Menabur satu butir biji di musim semi, menuai sepuluh ribu butir di musim gugur.” Pada dasarnya, investasi bertujuan untuk membeli aset yang dinilai terlalu rendah atau aset yang berpotensi tumbuh melebihi ekspektasi pasar. Untuk memahami esensi investasi, kita perlu mempertimbangkannya dari tiga dimensi.
Dimensi Industri
Pertama, perhatikan model bisnis industri. Saya sering mengatakan bahwa membeli saham mirip dengan membeli rumah: Anda boleh mendekorasi rumah Anda, tetapi tidak bisa mengubah lingkungan kompleks perumahan—apakah rumah tersebut berada di kawasan sekolah unggulan, apakah halaman tengah kompleks cukup luas, dan faktor-faktor lain semacam itu berada di luar kendali Anda. Demikian pula dengan perusahaan: bahkan manajemen terbaik pun tidak akan mampu menghasilkan kinerja hebat jika beroperasi di industri yang buruk. Sebaliknya, ada beberapa industri di mana menghasilkan keuntungan terasa sangat mudah—salah satunya adalah industri minuman keras (baijiu). Pada 2013 dan 2014, ketika pengeluaran resmi pemerintah (“tiga pengeluaran publik”) diketatkan secara signifikan, harga saham mayoritas perusahaan turun, namun mereka tetap mampu menghasilkan laba yang sangat baik. Oleh karena itu, dari sudut pandang industri, langkah pertama adalah mengevaluasi model bisnisnya—yakni seberapa mudah industri tersebut menghasilkan keuntungan.
Kedua, perhatikan struktur persaingan industri. Kita sering mengatakan bahwa “struktur menentukan hasil akhir”. Dua contoh klasik adalah Midea dan Gree. Industri AC bukanlah industri yang istimewa, namun setelah perang harga pada 2005, struktur pasar telah berkembang menjadi dominasi kuat Midea dan Gree hingga saat ini. Setelah struktur industri menjadi lebih optimal, bahkan ketika pertumbuhan keseluruhan industri melambat, kinerja keuangan Midea dan Gree tetap tumbuh pesat, dan harga saham keduanya pun melonjak puluhan kali lipat.
Ketiga, perhatikan ruang pertumbuhan industri. Dalam 15 tahun terakhir, Tiongkok telah menempuh jarak yang dibutuhkan Amerika Serikat selama 100 tahun—dalam tiga tahun saja, Tiongkok menghabiskan semen sebanyak yang digunakan Amerika Serikat selama satu abad. Dalam konteks seperti ini, pasti ada beberapa industri di Tiongkok yang ruang pertumbuhannya terbatas, bahkan mungkin sudah memasuki tahap industri “senja”. Dalam memilih industri, kita harus menghindari industri-industri senja ini, sekaligus menghindari industri baru yang langsung memasuki fase “seratus kapal berlomba” sejak awal. Ketika suatu industri baru mulai berkembang, semua orang menganggapnya menjanjikan—100 investor angel berbondong-bondong masuk, 50 venture capital (VC) berlomba-lomba berinvestasi, dan perusahaan-perusahaan saling menjatuhkan harga. Di industri semacam ini, sulit memprediksi siapa pemenangnya. Yang kita cari adalah industri dalam tahap pertumbuhan dan stabilitas—beberapa produk konsumen berada dalam tahap pertumbuhan, sehingga sangat ideal untuk investasi. Tentu saja, siklus hidup produk juga perlu dipertimbangkan.
Keempat, perhatikan tingkat hambatan masuk (entry barrier) industri. Saat ini persaingan sangat ketat: setiap industri dengan tingkat pengembalian modal (ROIC) sedikit lebih tinggi atau margin laba bersih (net profit margin) sedikit lebih tinggi akan langsung diikuti oleh 100 orang yang membuat versi tiruan (“shanzhai”) dan 1.000 orang yang menyalinnya. Oleh karena itu, hambatan masuk sangat penting—baik berupa penguasaan sumber daya eksklusif, pembatasan izin usaha (licensing), keunggulan teknologi, maupun keunggulan merek. Dari sudut pandang industri minuman keras (baijiu), pada 2012–2013 banyak perusahaan properti mencoba meluncurkan merek baijiu mereka sendiri, namun hampir semuanya bangkrut pada 2015–2016. Hal ini membuktikan bahwa industri ini memiliki hambatan masuk yang nyata—pesaing baru tidak mudah masuk.
Dimensi Perusahaan
Kita harus mencari perusahaan yang unggul dalam kategorinya. Perhatikan mekanisme manajemen internal perusahaan serta positioning produknya.
Saya selalu bertanya pada diri sendiri: Jika perusahaan ini terus berkembang, apakah ia akan menjadi semakin besar dan semakin kuat, atau justru semakin besar dan semakin sulit? Beberapa perusahaan di industri tertentu, setelah mencapai skala penjualan tertentu, akan mengalami kesulitan ekspansi lebih lanjut karena melebihi radius pengendalian manajemen—replikabilitas operasionalnya lemah dan pertumbuhannya sangat sulit. Industri semacam ini disebut “semakin besar, semakin sulit”, dan kita harus berhati-hati terhadapnya. Banyak perusahaan perangkat lunak di Tiongkok sebenarnya bergerak di bidang integrasi sistem (system integration), yang dalam proses pertumbuhannya sangat bergantung pada strategi “taktik pasukan besar” (human wave tactics). Meskipun penjualannya meningkat, profit per karyawan terus menurun—tidak ada efek skala (scale effect). Ini berbeda dengan perangkat lunak berbasis produk ala Microsoft. Semua investor ingin membeli saham perusahaan pemimpin pasar yang memiliki keunggulan skala—semakin besar, semakin kuat.
Dimensi Manajemen
Evaluasi manajemen dilakukan dari dua aspek: pertama, kemampuan manajemen; kedua, integritas (kejujuran) manajemen.
Kemampuan manajemen dibagi menjadi dua aspek.
Pertama, apakah strateginya jelas dan fokus. Banyak perusahaan beralih ke industri lain; perusahaan yang berpindah-pindah secara sembarangan seperti ini sama sekali tidak pernah kami pertimbangkan. Jika mereka bahkan tidak mampu menjalankan bisnis inti mereka dengan baik, bagaimana mungkin mereka bisa sukses di industri baru? Dalam dua tahun terakhir, sebagian besar perusahaan yang melakukan transformasi bisnis hampir tidak ada yang berhasil.
Kedua, eksekusi taktis. Untuk perusahaan kecil-menengah, kuncinya terletak pada kemampuan dan karisma pribadi sang pemilik. Kami sering melakukan survei terhadap manajer tingkat menengah untuk menilai apakah mereka mengagumi Direktur Utama mereka; sedangkan untuk perusahaan besar, kami menilai indikator kinerja utama (KPI) para manajer tingkat menengah.
Secara umum, kami tidak banyak mempelajari perusahaan, melainkan fokus pada sektor-sektor yang mudah kami pahami, dengan model bisnis sederhana dan potensi menghasilkan keuntungan yang jelas. Kami akan mendalami tiga aspek utama—yakni industri, perusahaan, dan manajemen—dengan tenang dan cermat, serta menghabiskan banyak waktu untuk menganalisis satu perusahaan tertentu. Begitu kami membeli sahamnya dalam jumlah besar, kami biasanya akan memegangnya dalam jangka panjang.
Dalam 18 bulan terakhir, posisi saham terbesar kami di pasar saham A dan pasar saham Hong Kong tidak berubah sama sekali, karena sejak awal pembelian kami sudah sangat yakin—bahkan di tengah kondisi pasar bearish sekalipun, saham tersebut tetap memberikan return melebihi pasar (excess return) yang kuat. Tidak perlu sering berganti-ganti investasi dalam jangka pendek, karena hal ini justru akan menurunkan total return dalam jangka panjang. Kita harus menemukan manajemen yang unggul, perusahaan yang unggul, serta industri yang menguntungkan—dan membiarkan waktu bekerja untuk kita.
Setelah membahas begitu banyak hal, inti dari semua ini sebenarnya adalah menjawab satu pertanyaan:
Apakah waktu benar-benar menjadi sahabat Anda?Anda hanya mengandalkan keberuntungan dan keberanian untuk bertaruh dalam jangka pendek—lalu bagaimana jika pasar berbalik arah?Kita sering menyaksikan perubahan arah pasar lebih cepat daripada membalik halaman buku.
Kembali ke esensi investasi: kita harus menemukan perusahaan yang baik, memanfaatkan peluang, menjadi sahabat waktu, dan akhirnya menjadi pemenang.
