Menurut laporan BroadChain, Bloomberg pada 20 Maret memberitakan bahwa platform pasar prediksi Kalshi telah merampungkan putaran pendanaan baru senilai lebih dari US$1 miliar. Valuasi perusahaan pun melonjak hingga US$22 miliar—dua kali lipat dari valuasi US$11 miliar pada putaran pendanaan sebelumnya di Desember 2025.
Sumber terkait mengungkapkan, putaran pendanaan kali ini dipimpin oleh Coatue Management. Pendapatan tahunan Kalshi saat ini telah mencapai US$1,5 miliar.
Didirikan pada 2018, Kalshi mengalami lonjakan popularitas signifikan setelah pengadilan mengizinkannya menyelenggarakan kontrak terkait pemilu pada 2024. Sebagai bursa keuangan yang diawasi CFTC, Kalshi berhak beroperasi secara nasional berdasarkan regulasi federal. Pada Februari 2026, volume perdagangannya bahkan menembus US$10 miliar, meningkat 12 kali lipat dalam kurun enam bulan.
Meski belakangan menghadapi tuntutan pidana dan sengketa regulasi dari negara bagian seperti Arizona, antusiasme investor terhadap pasar yang tengah berkembang pesat ini tetap tinggi.
