2026年第一季度比特币市场内部需求明显收缩,散户、巨鲸和矿工出货明显

Permintaan Internal Pasar BTC Menyusut Secara Nyata pada Kuartal Pertama 2026, dengan Penjualan Signifikan dari Retail, Whale, dan Penambang

BroadChainBroadChain04/04/2026, 21.58
Konten ini telah diterjemahkan oleh AI
Ringkasan

Permintaan internal pasar Bitcoin menyusut pada Kuartal Pertama 2026, dengan permintaan bersih bernilai negatif. Meskipun lembaga terus membeli melalui saluran seperti ETF, pasar tetap menghadapi tekanan jual besar-besaran dari investor retail, whale, dan penambang; pemegang posisi besar telah beralih menjadi penjual bersih. Harga saat ini berfluktuasi di sekitar USD 67.000, dan mayoritas pemegang BTC masih dalam posisi untung, sehingga terjadi disonansi antara sentimen pasar dan arah aliran dana. Analis menilai penyempitan volatilitas pasar merupakan tanda kedewasaan, dan aliran masuk dana institusional yang berkelanjutan di masa depan kemungkinan akan memberikan dukungan krusial.

Berdasarkan analisis BroadChain, laporan CryptoQuant yang dirilis CoinDesk pada 4 April mengungkapkan bahwa permintaan domestik Bitcoin mengalami kontraksi signifikan sepanjang kuartal pertama 2026.

Permintaan bersih 30-hari tercatat minus 63.000 BTC. Meski pembelian institusional melonjak (ETF menyedot sekitar 50.000 BTC dan Strategy 44.000 BTC), tekanan jual dari investor ritel, "paus lama", dan penambang mencapai 157.000 BTC.

Pemegang besar (1.000–10.000 BTC) berubah dari pembeli utama menjadi penjual terbesar, mendistribusikan total 188.000 BTC dalam setahun terakhir. Sementara pemegang menengah (100–1.000 BTC) masih melakukan akumulasi, namun kecepatan pembeliannya merosot lebih dari 60% sejak Oktober 2025.

Harga spot Bitcoin bertahan di level USD 67.000–68.000, masih menunjukkan premium 21% dibandingkan biaya rata-rata tertimbang USD 54.286. Ini mengindikasikan mayoritas pemegang masih untung, dan pasar belum mencapai titik terendah.

Sentimen pasar dan aliran dana tampak tidak selaras: Indeks Fear & Greed berada di zona "ketakutan ekstrem" (8–14), namun arus masuk bersih ETF pada Maret melampaui USD 1 miliar. Coinbase Premium Index yang terus negatif mencerminkan partisipasi terbatas institusi AS.

Gejolak geopolitik memicu fluktuasi harga berulang, mendorong strategi wait-and-see di pasar. Penurunan permintaan terjadi secara bertahap, bukan akibat aksi jual panik.

Meski harga turun 47% dari puncak historis USD 126.000 di Oktober 2025—jauh lebih rendah dibandingkan koreksi >85% pada 2013 dan 2017—Zack Wainwright menilai ini sebagai tanda kematangan pasar Bitcoin dengan volatilitas yang semakin terkendali.

Faktor pendorong potensial meliputi: persetujuan ETF Bitcoin biaya rendah oleh Morgan Stanley yang akan membuka akses untuk USD 6,2 triliun aset dari 16.000 penasihat keuangan, serta pembelian konsisten 44.000 BTC/bulan oleh produk saham preferen Strategy STRC yang dapat menjadi penyangga beli stabil. Indikator teknis jangka pendek menunjukkan Bitcoin berpeluang rebound ke USD 71.500–81.200 jika ketegangan konflik Iran mereda.

Kesimpulan CryptoQuant menegaskan permintaan domestik Bitcoin sedang menyusut, sementara dukungan harga saat ini bergantung pada penyerapan tekanan jual oleh ETF institusional, Strategy, dan saluran-saluran baru.