Blockstream CEO Adam Back:比特币量子威胁尚远,但迁移窗口期已开启

CEO Blockstream Adam Back: Ancaman Kuantum terhadap BTC Masih Jauh, Namun Jendela Migrasi Sudah Terbuka

BroadChainBroadChain08/04/2026, 22.03
Konten ini telah diterjemahkan oleh AI
Ringkasan

CEO Blockstream Adam Back menyatakan bahwa ancaman komputer kuantum terhadap BTC merupakan tantangan jangka panjang, namun industri perlu segera bertindak. Ia menyarankan agar pemegang BTC diberi jendela waktu sekitar sepuluh tahun untuk memigrasikan kunci mereka ke format tahan kuantum. Saat ini, penelitian terkait telah memasuki tahap implementasi, dengan jaringan Liquid berfungsi sebagai platform uji coba; industri perlu berkoordinasi guna menyelesaikan migrasi terstruktur sebelum risiko meningkat.

Menurut laporan BroadChain, CEO Blockstream Adam Back dalam wawancara dengan Bloomberg pada 8 April menyatakan bahwa komputer kuantum belum menjadi ancaman nyata bagi jaringan Bitcoin saat ini. Namun, industri perlu segera memulai persiapan.

Adam Back menekankan, perangkat keras yang ada sekarang umumnya belum dilengkapi kemampuan koreksi kesalahan. Oleh karena itu, risiko kuantum lebih merupakan tantangan jangka panjang, bukan krisis yang akan segera terjadi.

Ia menjelaskan, inti masalahnya bukanlah memprediksi kapan komputer kuantum akan cukup kuat untuk menjadi ancaman, melainkan memastikan ada jangka waktu sekitar sepuluh tahun bagi pemegang Bitcoin untuk bermigrasi ke format kunci yang tahan kuantum.

Adam Back mengungkapkan, saat ini sudah ada tim penelitian beranggotakan 20 orang yang terus bekerja pada bidang ini, menerbitkan makalah ilmiah, dan melakukan implementasi praktis. Jaringan Liquid milik Blockstream sendiri telah digunakan sebagai platform uji coba awal.

Selain itu, kriptografi pasca-kuantum telah bergerak dari tahap teori menuju implementasi. NIST dijadwalkan menyelesaikan standar terkait pada akhir 2024.

Tantangan utama bagi industri, menurutnya, adalah bagaimana mengoordinasikan migrasi terstruktur secara kolektif sebelum risiko tersebut benar-benar mengemuka.