Pada 14 Mei, Pengadilan Rakyat Kabupaten Binhai, Kota Yancheng, menggelar sidang perdana untuk kasus penipuan skema piramida daring berskala besar “WoToken”. Enam terdakwa—Gao Yudong, Li Qibing, Wang Xiaoying (nama lama: Wang Xiaoping), Tian Yongbo, Li Guomin, dan Tang Xiaohua—dijerat dengan dakwaan mengorganisasi dan memimpin kegiatan piramida, menyembunyikan hasil kejahatan, serta melindungi pelaku kejahatan.

Berdasarkan informasi dari sebuah situs anti-piramida di Tiongkok, sekitar Agustus 2018, Gao Yudong, Li Qibing, Wang Xiaoying, dan Liu Liangting bersepakat mengembangkan platform “WoToken” untuk menjalankan aksi piramida daring. Gao Yudong bertugas merekrut tenaga teknis untuk membangun dan mengoperasikan platform. Li Qibing, Wang Xiaoying, dan lainnya menangani promosi platform secara daring dan luring. Sementara itu, Tian Yongbo bertanggung jawab menyimpan aset kripto di platform “WoToken”.
Platform “WoToken” beroperasi sepenuhnya secara daring dan tersebar di berbagai wilayah Tiongkok tanpa kegiatan bisnis yang nyata. Platform ini mengklaim menawarkan layanan peningkatan nilai aset kripto serta fitur arbitrase otomatis bernama Apollo. Untuk mengaktifkan robot Apollo dan mendapatkan imbal hasil statis yang tinggi, calon anggota diwajibkan membayar sejumlah aset kripto tertentu.
Selain itu, para anggota terhubung dalam struktur hierarki berdasarkan urutan pendaftaran dan rekomendasi. Anggota di tingkat atas mendapatkan keuntungan berdasarkan jumlah dan level anggota yang berhasil mereka rekrut.
Hasil identifikasi dari pusat forensik menunjukkan bahwa dari Juli 2018 hingga 8 Oktober 2019, platform “WoToken” telah merekrut total 715.249 anggota dengan 501 tingkat hierarki. Selama periode tersebut, platform berhasil mengumpulkan lebih dari 286 juta token USDT, 46.000 lebih BTC, 2.039.000 lebih ETH, 292.000 lebih LTC, 56.000 lebih BCH, dan 6.841.000 lebih EOS. Berdasarkan harga aset kripto pada saat kejadian, total nilai aset virtual ini melebihi 7,769 miliar yuan.
Pada 30 Oktober 2019 sore, Li Guomin, meski mengetahui bahwa dua ponsel milik Li Qibing yang diterimanya berisi aset ETH hasil kejahatan, tetap membantu memindahkan dan menyembunyikan lebih dari 49.700 ETH senilai lebih dari 64,43 juta yuan.
Sejak Agustus 2019, Tang Xiaohua, yang mengetahui bahwa Wang Xiaoying terlibat dalam pengorganisasian skema piramida “WoToken” dan sedang diburu polisi, tetap memberikan tempat persembunyian selama beberapa hari hingga Wang Xiaoying akhirnya ditangkap.
Gao Yudong dan Tian Yongbo Memiliki Rekam Jejak Kriminal
Gao Yudong pernah dihukum karena tindak pidana operasi ilegal oleh Pengadilan Distrik Zhoucun, Kota Zibo, Provinsi Shandong, pada 3 Oktober 2009. Ia divonis penjara sepuluh tahun dan denda 20 juta yuan, serta dibebaskan pada 30 Mei 2014.
Sementara itu, Tian Yongbo pernah dihukum karena menyembunyikan hasil kejahatan oleh pengadilan yang sama pada 19 Maret 2010. Ia mendapat hukuman penjara tiga tahun dengan masa percobaan lima tahun serta denda 1 juta yuan.
Rekomendasi Hukuman dari Jaksa Penuntut Umum
Pengadilan telah memverifikasi bahwa Gao Yudong, Li Qibing, dan Wang Xiaoying menggunakan platform “WoToken” untuk menawarkan layanan peningkatan nilai aset kripto. Mereka mewajibkan peserta membayar biaya keanggotaan, menyusun struktur hierarki, serta menggunakan jumlah rekrutan dan investasi sebagai dasar pembagian keuntungan. Tindakan mereka menarik peserta untuk terus merekrut orang lain guna mendapatkan keuntungan ilegal dan mengganggu ketertiban ekonomi sosial.
Dalam skema ini, Gao Yudong bertanggung jawab atas pembangunan dan pemeliharaan platform. Wang Xiaoying dan Li Qibing menangani promosi. Tian Yongbo, yang mengetahui platform tersebut adalah skema piramida, tetap mengelola dananya. Fakta kejahatan mereka jelas dengan bukti yang kuat, sehingga masing-masing layak didakwa mengorganisasi dan memimpin kegiatan piramida.
Li Guomin, yang mengetahui aset kripto dalam ponsel Li Qibing adalah hasil kejahatan tetapi tetap membantu memindahkannya, layak didakwa menyembunyikan hasil kejahatan.
Tang Shaohua, yang mengetahui Wang Xiaoying adalah pelaku kejahatan tetapi tetap memberinya tempat persembunyian, layak didakwa melindungi pelaku kejahatan.
Gao Yudong, yang pernah dihukum dan kembali melakukan kejahatan dalam waktu lima tahun setelah bebas, dikategorikan sebagai residivis dan wajib mendapat hukuman lebih berat.
Karena Gao Yudong tidak mengakui fakta kejahatan utama dan dakwaannya selama persidangan, pengakuannya tidak dapat dianggap sebagai pengakuan bersalah. Jaksa merekomendasikan hukuman penjara 9 hingga 11 tahun plus denda untuk Gao Yudong.
Li Qibing secara jujur mengakui tindak pidannya setelah ditangkap, sehingga berhak mendapat keringanan hukuman. Ia juga mengakui kesalahan dan menerima hukuman di persidangan, serta aktif membantu polisi mengembalikan sebagian aset hasil kejahatan. Jaksa merekomendasikan hukuman penjara 6 tahun plus denda untuk Li Qibing.
Wang Xiaoying juga mengakui tindak pidannya setelah ditangkap, menerima hukuman di persidangan, dan membantu mengembalikan sebagian aset hasil kejahatan. Jaksa merekomendasikan hukuman penjara 6 tahun 6 bulan plus denda untuk Wang Xiaoying.
Karena peran Tian Yongbo dalam kejahatan bersama tergolong sekunder, jaksa menyarankan agar ia ditetapkan sebagai pelaku tambahan dan mendapat hukuman yang lebih ringan.
Setelah ditangkap, Tian Yongbo mengakui fakta kejahatan utamanya dan menerima hukuman di persidangan. Jaksa merekomendasikan hukuman penjara 2 tahun 6 bulan plus denda untuk Tian Yongbo.
Li Guomin mengakui seluruh fakta kejahatannya setelah ditangkap dan menerima hukuman di persidangan. Jaksa merekomendasikan hukuman penjara 3 tahun plus denda untuk Li Guomin.
Tang Xiaohua menyerahkan diri secara sukarela, mengakui tindak pidannya, dan menerima hukuman di persidangan. Jaksa merekomendasikan hukuman penjara 6 bulan untuk Tang Xiaohua.
Mengingat skala kasus yang besar dan jumlah terdakwa yang banyak, persidangan yang berlangsung lebih dari enam jam akhirnya ditunda.
