Data dari BitMex mengungkapkan bahwa pada 13 Maret, blok Bitcoin ke-20 juta berhasil ditambang. Ini berarti hanya tersisa sekitar 1 juta BTC lagi sebelum mencapai batas maksimum 21 juta, semakin menegaskan kelangkaan Bitcoin.
Dari sisi harga, sejak ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat pada 24 Februari, terjadi pergeseran signifikan dalam alokasi dana global untuk lindung nilai dan diversifikasi aset. Dalam periode yang sama, Bitcoin tercatat naik kumulatif 8,09%, sementara emas justru turun 0,42%. Ini menunjukkan perpindahan dana yang nyata dari aset lindung nilai tradisional ke aset digital.
Pasar Amerika Serikat menjadi penggerak utama kenaikan kali ini. Premium Coinbase yang terus melebar, ditambah dengan arus masuk bersih ke ETF Bitcoin secara keseluruhan, mencerminkan partisipasi aktif investor—baik institusi maupun ritel—di AS.
Dari sisi aliran dana, antara 24 Februari hingga 4 Maret, ETF Bitcoin mencatat arus masuk bersih harian yang besar secara berturut-turut. Setelah mengalami arus keluar bersih kecil selama dua hari (5–6 Maret), tren arus masuk dana kini kembali menguat.
Saham preferen STRC milik Strategy juga menarik perhatian pasar, dengan munculnya premium selama empat hari perdagangan berturut-turut dan volume perdagangan tertinggi sepanjang sejarah. Dalam dua hari terakhir, efek premium STRC diperkirakan telah mendorong aliran dana tidak langsung senilai sekitar USD 130–180 juta ke Bitcoin—setara dengan sekitar 40% dari arus masuk dana ETF yang kuat dalam satu hari.
Mekanisme pasar menunjukkan bahwa ketika harga STRC berada di atas USD 100, Strategy dapat mengumpulkan dana secara efisien melalui penerbitan saham di pasar terbuka. Dana tersebut kemudian digunakan untuk membeli lebih banyak Bitcoin, yang pada gilirannya memberikan tekanan positif pada harga Bitcoin.
