Menurut The Block yang dikutip BroadChain, pada 12 Maret, OP Labs—pengembang infrastruktur di balik Optimism—mengumumkan pengurangan 20 karyawan, atau sekitar 19,6% dari total staf.
Dalam surat internal, Jing Wang, salah satu pendiri Optimism dan CEO OP Labs, menegaskan bahwa langkah ini bukan disebabkan tekanan keuangan. Perusahaan disebut memiliki likuiditas yang cukup dan cadangan kas untuk beberapa tahun ke depan. PHK dilakukan untuk menyederhanakan operasi, mempercepat pengambilan keputusan, dan mengurangi biaya kolaborasi.
Optimism tengah berada dalam masa transisi. Bulan lalu, Base—rantai terbesar dalam ekosistem OP Stack—mengumumkan rencana beralih ke teknologi stack yang dikembangkan secara mandiri. Keputusan ini sempat memicu kekhawatiran pasar terhadap masa depan Optimism, sehingga harga token OP anjlok sekitar 37% dalam 30 hari terakhir.
Meski menghadapi tantangan, OP Labs telah menyiapkan roadmap hingga 2026 yang berfokus pada penurunan waktu blok (block time), interoperabilitas asli (native interoperability), kontrol kepatuhan (compliance) yang dapat disesuaikan, serta sistem pembuktian zero-knowledge (ZK Proof) yang selaras dengan roadmap Ethereum.
Selain itu, pemegang token OP sebelumnya telah menyetujui proposal untuk mengalokasikan 50% dari pendapatan sequencer Superchain guna pembelian kembali (buyback) token.
