Berdasarkan laporan BroadChain, pada 12 April, CoinDesk mengabarkan bahwa The Ether Machine—perusahaan penambangan Ethereum—dan perusahaan akuisisi khusus (SPAC) Dynamix Corporation (NASDAQ: DYNX) sepakat membatalkan rencana merger senilai USD 1,6 miliar. Keputusan ini diambil menyusul kondisi pasar yang tidak mendukung.
Dokumen yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menyebutkan, The Ether Machine diwajibkan membayar biaya pemutusan sebesar USD 50 juta kepada Dynamix dalam jangka waktu 15 hari.
Rencana merger ini pertama kali diumumkan pada Juli 2025, dengan tujuan awal untuk mendaftarkan saham The Ether Machine di Nasdaq dengan kode saham ETHM.
Dari segi skala transaksi, kesepakatan tersebut mencakup pendanaan PIPE (Private Investment in Public Equity) senilai USD 1,5 miliar yang telah dijamin penuh (disebut-sebut sebagai pendanaan saham biasa terbesar sejak 2021), serta dana sekitar USD 170 juta yang berada di rekening trust Dynamix. Pasca merger, perusahaan hasil penggabungan diproyeksikan akan memiliki lebih dari 400.000 ETH dalam neracanya.
