Menurut laporan BroadChain, pada 5 April, 10x Research menerbitkan analisis yang menyoroti kinerja ETH selama lima tahun terakhir yang cenderung datar. Harga aset ini masih berkutat di sekitar level USD 2.000 yang dicapai pada siklus sebelumnya. Sejak November 2025, aktivitas on-chain yang lesu dinilai membatasi permintaan dan akumulasi nilai ETH, sehingga 10x Research tetap mempertahankan sikap hati-hati terhadap aset kripto ini.
Setelah terkoreksi 57% dari puncaknya pada Agustus 2025, valuasi ETH saat ini terbilang rendah. Sebagai perbandingan, BTC hanya turun sekitar 42% dalam periode yang sama. Meski kapitalisasi pasar mengalami kerugian signifikan—misalnya, perusahaan treasury ETH seperti Bitmine menarik kembali sekitar USD 8 miliar—akumulasi dana secara keseluruhan tetap berlanjut. Baru-baru ini, jumlah USDT yang diterbitkan di jaringan Ethereum bahkan telah melampaui jumlah yang diterbitkan di Tron.
Perkembangan ini memunculkan pandangan bahwa Ethereum berpotensi menjadi penerima utama pertumbuhan stablecoin, sekaligus tulang punggung infrastruktur keuangan on-chain yang didorong oleh Wall Street. Saat ini, 10x Research sedang mengevaluasi apakah ETH telah mendekati titik balik, atau justru masih menghadapi hambatan struktural yang signifikan.
