专家带你解读NFT概念及市场机遇

Para Ahli Memandu Anda dalam Memahami Konsep NFT dan Peluang Pasar

BroadChainBroadChain09/11/2020, 12.50
Konten ini telah diterjemahkan oleh AI
Ringkasan

Mungkin NFT akan menjadi tren investasi berikutnya.

Pada 5 November, Cointelegraph China menyelenggarakan program wawancara langsung HUB LIVE. Edisi kali ini mengangkat topik "Para Ahli Kupas Tuntas Konsep NFT dan Peluang Pasar".

Cointelegraph China HUB merupakan program wawancara langsung yang diinisiasi oleh Cointelegraph China. Program ini menghadirkan tokoh-tokoh kunci di industri blockchain dan kripto untuk membahas peluang pengembangan serta tantangan di berbagai segmen industri, sekaligus strategi perusahaan dalam memimpin masa depan di tengah dinamika pasar yang terus berubah.

Wawancara kali ini terbagi dalam dua sesi diskusi panel. Sesi pertama dimoderatori oleh Tracy, CBDO Cointelegraph China, dengan menghadirkan tiga narasumber: Cao Yin, Direktur Utama Digital Renaissance Foundation; Felicia Che, CEO ArtGee; dan Sun Bohan, Pendiri sekaligus CEO BCA. Diskusi mengerucut pada fondasi nilai seni kripto dan arah investasi di bidang tersebut.

Sesi kedua dipandu oleh Ting Peng, COO Cointelegraph China, yang berdiskusi dengan Alex Salnikov, Co-Founder dan Chief Product Officer Rarible; Alex Russman, Direktur Pengembangan Bisnis Enjin; serta Sébastien Borget, Chief Operating Officer The Sandbox. Pembahasan mencakup studi kasus penerapan NFT, adopsi oleh perusahaan, dan prospek pengembangannya ke depan.

Sebenarnya, NFT bukanlah konsep yang benar-benar baru. Game berbasis Ethereum seperti CryptoKitties dan Etheremon yang muncul beberapa tahun lalu sudah termasuk dalam kategori NFT.

NFT pada dasarnya adalah mekanisme verifikasi kepemilikan dengan cakupan aplikasi yang luas

NFT umumnya merujuk pada token non-fungible yang diterbitkan berdasarkan standar ERC-721. Token ini memiliki karakteristik tidak dapat dibagi, dipertukarkan, dan bersifat unik. Jenis dan fungsinya sangat beragam, sehingga diprediksi akan menjadi salah satu kelas aset terpenting di ekosistem blockchain.

Sébastien Borget, COO The Sandbox, menyatakan bahwa NFT pada hakikatnya adalah bukti kepemilikan—sebuah catatan kepemilikan di blockchain. Yang lebih penting, The Sandbox telah menyediakan contoh penerapan NFT dan teknologi blockchain yang konkret, serta berupaya mendorong adopsi teknologi ini oleh pengguna baru. Borget menekankan: "Saya mengenal seniman yang berhenti berkarya karena tidak mendapat penghargaan yang layak. Memang sulit bagi seniman untuk mendapatkan bayaran setimpal, namun NFT mampu mengatasi masalah ini. Komunitas menjadi kunci pembeda kami dari pasar dan produk terpusat tradisional. Melibatkan pengguna sangat bernilai—bahkan mereka bisa memperoleh bagian imbalan melalui token."

Baik The Sandbox maupun Enjin yang berfokus pada sektor game, berupaya mengubah item virtual menjadi aset bernilai yang dapat diperdagangkan. Alex Russman, Direktur Pengembangan Bisnis Enjin, menegaskan bahwa teknologi blockchain membuka peluang besar bagi industri game. Di blockchain, akan semakin banyak kasus penggunaan yang memberikan hak kepemilikan atas token.

Ia menjelaskan: "Kami sangat antusias dengan peluang yang ditawarkan blockchain untuk barang virtual dalam game. Kami menyimpan barang virtual di ruang digital dan mampu memberikan kelangkaan, keaslian, serta kepemilikan yang dapat diverifikasi. Berkat keajaiban teknologi blockchain, kami bahkan dapat memamerkan barang-barang tersebut dengan mudah. Saya yakin akan semakin banyak kasus penggunaan pemberian hak kepemilikan token di blockchain, dilengkapi metadata untuk memberikan konteks dan makna."

Konsep NFT relatif baru namun memiliki potensi besar

Meskipun istilah NFT sudah tidak asing di dunia kripto, bagi ranah internet tradisional konsep ini masih terhitung baru—ia merepresentasikan kepemilikan aset digital.

Pasar NFT memang memiliki tingkat kesulitan tertentu, namun ia menjadi pilihan ideal untuk mencatat dan menyimpan kepemilikan produk digital. Alex Salnikov, Co-Founder dan CPO Rarible, menyatakan: "NFT adalah konsep kepemilikan digital yang benar-benar baru—sesuatu yang belum pernah ada di internet sebelumnya. NFT mendekatkan kepemilikan kepada pengguna. Saat ini, pasokan NFT di pasar melebihi permintaan, dan pengguna umumnya belum mahir dalam mempromosikan diri atau menjual karya mereka—masalah-masalah ini masih perlu diatasi. Keberadaan NFT di blockchain memudahkan promosi sekaligus pengakuan dari komunitas. Setiap kali kepemilikan berubah di blockchain, transaksi tersebut mensyaratkan pembayaran royalti kepada pencipta—ini adalah mekanisme yang sangat menarik."

Dengan memindahkan kepemilikan aset fisik ke blockchain melalui NFT, aset digital bernilai ratusan miliar hingga triliun rupiah berpotensi dialihkan ke blockchain, melepaskan nilai perdagangan besar di pasar sekunder. Felicia Che, CEO ArtGee, berpendapat bahwa penghilangan perantara dapat memaksimalkan keuntungan seniman. Dalam wawancara, ia menyatakan: "Dengan bantuan blockchain, nilai setiap karya seni dapat dibuktikan secara objektif—tanpa perantara seperti rumah lelang atau galeri yang mengambil bagian keuntungan, seniman dapat memperoleh hasil maksimal. Seni kripto lebih menekankan aspek koleksi dan investasi, sehingga masih bersifat eksklusif. Saat ini, sekitar satu miliar orang di dunia menggunakan tiket digital; jika 3%–5% di antaranya dikonversi menjadi tiket NFT, ini akan mendorong adopsi blockchain secara massal."

NFT masih dalam tahap awal pengembangan, namun berpotensi menjadi arus utama

Saat ini, ekosistem NFT masih berada pada fase yang sangat awal. Industri belum menemukan aplikasi NFT yang benar-benar bernilai dan berskala besar, serta masih menghadapi banyak tantangan—seperti rendahnya aktivitas pasar, tingginya ambang pemahaman, dan basis pengguna yang terbatas.

Kehadiran NFT mengubah karya seni digital menjadi seni kripto. Dunia kripto dan pasar seni pun mengalami transformasi berkat NFT. Mengenai makna eksistensi seni kripto, Cao Yin, Direktur Utama Digital Renaissance Foundation, menyatakan bahwa seni kripto adalah bagian dari gelombang digitalisasi. Medium digital sebagai alat baru memberikan ruang bagi seniman untuk mengeksplorasi batas kreativitas manusia. NFT dapat berpadu sempurna dengan seni kreasi digital. Seni kripto masih berada pada tahap perkembangan pesat. Agar sebuah karya seni memiliki nilai koleksi, diperlukan basis kolektor dan investor yang memadai—saat ini jumlah kolektor seni kripto masih relatif sedikit.

Ledakan NFT akan terjadi ketika pasar menemukan arah terbaik untuk terobosan. Menurut Sun Bohan, Pendiri sekaligus CEO BCA, pasar NFT tidak hanya mencakup seni kripto dan game. Ia berpendapat bahwa pendukung inti seni kripto adalah para seniman di baliknya. Seni kripto memerlukan sistem untuk menilai NFT. Nilainya tidak hanya berasal dari keindahan estetika, tetapi juga dari pengaruh sang pencipta. Aplikasi terbesar NFT saat ini adalah seni kripto dan game. Pasar NFT tidak terbatas hanya pada seni kripto—di masa depan, NFT sangat berpotensi menjadi arus utama.