Pada Juli 2019, Sun Yuchen, pendiri TRON, menunda makan malamnya dengan Warren Buffett yang ia menangkan lelang dengan harga USD 4,56 juta, dengan alasan mengalami “serangan batu ginjal mendadak”.
Enam bulan berselang, tepatnya pada 6 Februari malam, Sun Yuchen lewat Twitter mengumumkan bahwa ia akhirnya telah bersantap malam dengan “Raja Investasi” Warren E. Buffett pada 23 Januari lalu. Ia menyebut Buffett memberikan dukungan dan saran untuk tahap pengembangan TRON berikutnya, serta membahas topik-topik seperti BTC dan Tesla.

Sun Yuchen (keempat dari kiri) bersama empat rekan dari industri lainnya bertemu Buffett (ketiga dari kiri) pada 23 Januari.
Sun Yuchen kemudian membanjiri linimasa dengan 15 cuitan beruntun yang merinci jalannya acara makan malam tersebut.
Tagihan Makan Malam: USD 515,05, Ditanggung Buffett
Awalnya rencana makan malam di San Francisco, lokasi akhirnya dipindah ke Happy Hollow Club di Omaha, Nebraska. Berdasarkan tagihan yang diunggah Sun Yuchen, total biaya makan malam ini adalah USD 515,05 dan sepenuhnya ditanggung oleh Buffett.

Tagihan makan malam yang diunggah Sun Yuchen
Sun Yuchen berkomentar, “Membeli makan malam senilai USD 515,05 dengan harga USD 4,56 juta benar-benar investasi yang bernilai—wawasan yang saya dapatkan tak ternilai. Semua yang hadir sangat menikmati malam ini!”
Buffett Akui Prospek Blockchain, Tapi Masih Ragukan BTC
Sun Yuchen mengungkapkan bahwa mereka berdiskusi panjang lebar tentang blockchain, BTC, hingga Tesla.
Menurutnya, Buffett meyakini blockchain memiliki masa depan cerah, dan menyebut sejumlah perusahaan dalam portofolionya—seperti JPMorgan—tengah aktif mengeksplorasi bidang ini. Buffett juga penasaran dengan dampak blockchain pada sektor pembayaran dalam 10 tahun ke depan. Meski demikian, ia berpendapat BTC masih perlu waktu lama untuk benar-benar menangkap nilai inti dari teknologi blockchain.
Sun Yuchen lantas menyampaikan keyakinannya bahwa BTC akan menjadi mata uang global generasi mendatang. Buffett pun tertawa dan menjawab, “Saya yakin cucu saya lebih suka mewarisi kekayaan saya dalam bentuk dolar AS.”
Sebelumnya, dalam wawancara dengan CNBC, Buffett pernah berkomentar, “BTC sama sekali tidak bernilai. Menghabiskan seharian di depan rig penambangan hanya untuk mendapatkan satu BTC atau koin lainnya pada dasarnya adalah ilusi belaka.”
Sun Yuchen juga bercerita bahwa ia telah berinvestasi di Tesla sejak 2012. Menanggapi hal ini, Buffett mengatakan Tesla memang perusahaan hebat, namun ia tidak menganggapnya sebagai instrumen investasi yang baik saat ini—persaingan di industri otomotif terlalu ketat, dan para pemain besar seperti Tesla tidak akan mudah tersingkir.
Ketika obrolan menyentuh pertemuannya dengan Steve Wozniak, salah satu pendiri Apple, Sun Yuchen menulis, “Saya terkejut Buffett mengetahui hal ini—ia bilang selalu mengikuti perkembangan saya di Twitter. Woz, Buffett menyampaikan salam dan menyebutmu legenda yang membentuk Apple.”
Sun Yuchen Hadiahkan Beragam Aset Kripto kepada Buffett
Dalam cuitannya, Sun Yuchen menyatakan bahwa Buffett menerima “BTC pertamanya”—yang kini tersimpan aman di ponsel Samsung Galaxy Fold milik Buffett. Sejak pemberian itu, harga BTC telah naik 16%.
Tak hanya itu, Sun Yuchen juga menghadiahkan dua unit Samsung Galaxy Fold yang telah terintegrasi dompet TRON, serta mentransfer 1.930.830 token TRX (senilai sekitar USD 44.000 saat berita ditulis), ditambah 100 token BTT, 100 token WIN, dan 100 token USDT berstandar TRC. Jumlah TRX tersebut merujuk pada tanggal lahir Buffett: 30 Agustus 1930. Buffett berkelakar, ia berharap lahir lebih muda agar bisa dapat lebih banyak TRX.
Untuk memamerkan kecepatan jaringan TRON, Sun Yuchen melakukan transfer 4.567.888 token TRX antar alamat. Menurutnya, Buffett terkesan dengan demonstrasi tersebut.
Karena keduanya sama-sama lahir di tahun Kuda—Buffett pada 1930 dan Sun Yuchen pada 1990—Sun Yuchen menghadiahkan patung kuda perunggu. Ia juga memberikan seni potong kertas tradisional Tiongkok untuk menyambut Tahun Tikus 2020.

Patung kuda perunggu pemberian Sun Yuchen
Sebagai balasan, Buffett menghadiahkan buku The Intelligent Investor karya Benjamin Graham dan The Snowball karya Alice Schroeder, serta beberapa buku lainnya—dengan The Intelligent Investor disebut sebagai buku favoritnya. Sementara itu, Sun Yuchen memberikan bukunya sendiri kepada Buffett, dengan tulisan di halaman depan: “A Brave New World”.

Buku-buku pemberian Buffett
Sun Yuchen Puji Buffett Penuh Vitalitas dan Semangat Hidup
Sun Yuchen menyatakan, “Saya sangat ingin mengikuti jejak Buffett dan Bill Gates dalam menciptakan mata uang kripto dengan meningkatkan transparansi publik dan pengaruh global blockchain—seperti pengakuan Buffett terhadap Binance Charity Foundation, tempat saya pernah menyumbang USD 3 juta.” Ia juga berterima kasih atas undangan Buffett untuk menghadiri reuni BRK (Berkshire Hathaway) 2020 & 2030, dan mengaku banyak belajar hal yang akan diterapkan dalam keseharian.
Mengenai kesan terhadap Buffett, Sun Yuchen menggambarkannya sebagai sosok yang penuh vitalitas dan semangat hidup—seseorang yang paham arti kebahagiaan, pandai menikmati tawa, dan mampu menularkannya pada orang sekitar. Ia menyebut Buffett sebagai maestro dalam kehati-hatian, disiplin, dan kesabaran, yang konsisten pada prinsip, berkeyakinan teguh, bersikap tegas, dan tabah menghadapi ketidakpastian.
