Menurut data BroadChain, pada 10 April, perusahaan penambang Bitcoin BitFuFu mengumumkan produksi total 214 BTC selama Maret 2026. Dari jumlah tersebut, 171 BTC berasal dari layanan daya komputasi awan (cloud mining), sedangkan 43 BTC dihasilkan melalui operasi penambangan mandiri (in-house mining).
Hingga 31 Maret, BitFuFu tercatat memegang aset sebesar 1.794 BTC.
Leo Lu, Chairman dan CEO BitFuFu, mengungkapkan bahwa sepanjang Maret, perusahaan terus melakukan optimalisasi portofolio perangkat keras penambangannya. Strategi ini meliputi fase-out bertahap terhadap penambang generasi lama milik perusahaan dan penggantiannya dengan perangkat yang lebih efisien energi.
Sejak awal tahun, tingkat kesulitan jaringan Bitcoin menunjukkan volatilitas yang meningkat. Dalam kondisi tekanan harga saat ini, layanan daya komputasi awan semakin menarik perhatian sebagai salah satu opsi alokasi aset.
BitFuFu meyakini bahwa platform daya komputasi awan yang mereka miliki mampu secara konsisten memenuhi kebutuhan klien, baik ritel maupun institusional, dalam berbagai dinamika pasar.
