Menurut laporan BroadChain yang mengutip CoinDesk per 17 Maret, harga Bitcoin telah mencatatkan kenaikan selama 8 hari berturut-turut—fenomena yang pertama kali terjadi dalam hampir dua tahun terakhir.
Data historis menunjukkan, pola kenaikan beruntun seperti ini cenderung berlanjut dalam 30 hari berikutnya pada sekitar 60% kasus, dengan rata-rata kenaikan median mencapai 19%.
Rentetan kenaikan ini bermula sejak 9 Maret, ketika harga Bitcoin secara bertahap bergerak dari level sekitar USD 68.000 menembus USD 75.000.
Analisis mengindikasikan bahwa pergerakan ini berkorelasi dengan arus modal yang masuk ke Bitcoin, didorong oleh ketegangan geopolitik terkini di Timur Tengah.
Namun, pasar tetap diimbau untuk bersikap waspada.
Secara historis, pola serupa juga pernah terjadi selama fase bear market; contohnya pada periode yang sama di tahun 2022, setelah 8 hari kenaikan beruntun, harga justru terkoreksi hampir 30% dalam 30 hari berikutnya.
Saat ini, pasar masih berada dalam fase kontraksi menyongsong siklus empat tahunan halving Bitcoin.
